Diberdayakan oleh Blogger.

Khoirunnas, 'anfauhum linnas


RSS

Jumat, 25 Juli 2014

Why Juventus?

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #JuveINA14 dari Nine Sport Inc. untuk memenangkan tiket meet and greet dengan para pemain Juventus. Follow @ninesportinc untuk informasi lebih lanjut.”


Mengapa saya mencintai Juventus?


“Loved Juventus was hard, but once you know, you will be a Juventino, Juventus forever”. (Zinedine Zidane).

Mencintai Juventus adalah hal yang berat. Tapi, sekali kamu mencintainya, kamu akan menjadi Juventino selamanya.

Tidak ada kata-kata yang pernah bisa menjelaskan tentang cinta saya untuk Juventus dan bisa menggambarkan segala macam perasaan yang saya alami ketika melihat dan mendengarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Bianconeri.

Semua berawal dari Piala Dunia 1998 di Prancis. Sebuah tim dengan jersey Biru Putih menarik perhatian saya, terutama si pemain No. 10, yang kemudian saya tahu, adalah Alessandro Del Piero. Saya jatuh cinta kepada Del Piero, kepada tim nasionalnya, dan terutama kepada klub yang dibelanya, Juventus.

Sangat sulit bagaimana harus menggambarkan bagaimana bisa saya mencintai sebuah klub sepakbola langsung pada saat pertama kali saya mengerti apa itu sepakbola. Cinta itu buta, dan tidak ada yang paling indah di dunia ini dibandingkan dengan cinta pada pandangan pertama. Saya cinta buta kepada Juventus, pada pandangan pertama. Seperti kata Zidane, sekali kamu mencintai Juventus, kamu akan mencintainya selamanya.

Juventus, bukan hanya sekedar klub sepakbola, Juventus adalah sebuah passion, institusi, gaya hidup, filosofi yang dipuja oleh semua orang. Juventus bukanlah klub yang membeli kesuksesan dengan uangnya, Juventus membangun para juara dengan caranya sendiri. Para pemain sangat memahami bagaimana kebanggaan saat mengenakan seragam hitam putih dan mati-matian memperjuangkannya di lapangan. Dan para supporter yang sangat loyal terus bernyanyi dan memberikan dukungan setiap saat.

Juventus adalah tim yang dibangun dengan kerja keras dan disiplin. Mereka mengajarkan bahwa apapun dapat dicapai jika kita bersungguh-sungguh. Itulah yang disebut Grinta, semangat dan kerja keras. Bagaimana organisasi klub dibangun dan dikelola di atas tradisi yang kuat. Juventus adalah Italia. Iulah tradisi yang dijaga di Juventus. Mereka mendapatkan kehormatan sebagai kekasih Italia, bukan klub dari kota Milan atau Roma. Karena bagi Juventus, Italia adalah segalanya. Juventus La Fidanzata d’Italia.

Dari Juventus, saya belajar apa itu kesetiaan dan loyalitas. Bagaimana para juara dunia yang baru saja merayakan keberhasilan menjadi Juara Dunia dua bulan kemudian harus rela bermain di liga kasta kedua? Sebagai fans, saya memahami apa arti dari kesetiaan dari Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, David Trezeguet dan Mauro Camoranesi. Bagaimana mereka mau bertahan di Juventus dan rela bermain di Serie B demi mengembalikan kejayaan Juventus yang terenggut oleh skandal Calciopoli. Saya selalu mengingat kalimat ini, “a true gentleman never leaves her lady”. Sebuah kebanggan bagi seorang fans yang memiliki seorang kapten seperti Del Piero, penuh cinta, loyal dan mengorbankan segalanya demi Juventus. Bagaimana setelah kasus calciopoli, kami kehilangan semua yang telah diperjuangkan mati-matian di lapangan, bermain di Serie B untuk pertama kalinya, dan yang paling menyakitkan adalah melihat Inter Milan berkuasa di Italia dan Eropa, yang tidak pernah bisa mereka lakukan sebelum calciopoli.

Dan akhirnya kesetiaan itu terbayar lunas ketika Juventus kembali menjadi Juara, kembali ke tempat di mana Klub sebesar Juventus berada. dan akhirnya mimpi itu menjadi nyata, Juventus akan bertanding di Indonesia.

Bagi Saya Juventus adalah filosofi hidup, passion, kebanggaan, kesetiaan dan kejayaan.

FINO ALLA FINE, FORZA JUVENTUS!!!!
Follow Me on Twitter @santriii_


2 komentar:

Adsense Menu